Dari Hobi sampai Memanah Prestasi

Mas Afrid 1.jpg

Setiap Jumat sore, di kala terik sinar matahari sudah mulai bersahabat, kumpulan bapak-bapak dan beberapa ibu-ibu dengan mengenakan busana adat Jawa tengah duduk bersila di Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Tampak pula di sana seorang laki-laki berambut pendek dan memiliki tahi lalat di atas mulut kanannya menjadi salah satu dari sekian bapak-bapak yang duduk bersila. Sama dengan yang lainnya, di tanggannya memegang busur dan anak panah yang siap dibidik ke sasaran.

Laki-laki ini memiliki nama lengkap Afrid Budi Cahyono ini sering dipanggil “Afrid” atau “Mas Afrid” di kalangan teman-temannya. Mas Afrid yang merupakan salah satu anggota klub panahan tradisional Mardisoro, di mana klub panahan ini merupakan klub yang didirikan oleh Kadipaten Pura Pakualaman Yogyakarta. Selain bergabung sebagai klub panahan tradisional Mardisoro, Mas Afrid juga menjadi salah satu anggota dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sleman.

Mas Afrid sudah cukup lama bergabung dengan klub panahan tradisional Mardisoro. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Pura Pakualaman maupun dari luar pihak Pura Pakualaman yang berhubungan dengan panah memanah diikutinya.

Kegiatan panah memanah memang sudah sejak lama ditekuni oleh Mas Afrid. “Sudah menjadi hobi sih.” begitu katanya. Kecintaannya terhadap memanah inilah yang membuat Mas Afrid tak pernah absen ketika diadakan latihan rutin memanah di Pendopo Royal Ambarrukmo, kegiatan Selapanan yang biasanya diadakan di lapangan Pura Pakualaman, dan berbagai kegiatan panah menanah lainnya, misalnya berlatih panah secara gabungan dengan klub panahan lainnya. “Selagi bisa ikut kegiatan panahan – apapun itu kegiatannya – ya saya ikut, asal nggak tabrakan sama jam kantor, dengan mengikuti kegiatan memanah juga bisa melatih dan meningkatkan kemampuan saya juga bisa menambah jam terbang saya dalam memanah.” begitulah kira-kira jawabannya ketika ditanya kenapa Mas Afrid begitu bersemangat untuk mengikuti kegiatan panah memanah.

Sebenarnya Mas Afrid memiliki hobi lainnya juga yang tak kalah keren dengan hobi anak muda zaman sekarang, misalnya saja naik gunung dan bermain biliard. Mas Afrid juga sudah sering naik turun gunung, baik itu gunung yang ada di Kota Yogyakarta, maupun kota yang ada di wilayah Pulau Jawa. Namun, hobi naik gunungnya itu masih belum bisa mengalahkan kecintaannya dengan hobi memanah. Begitu pula halnya dengan bermain biliard, padahal dulu Mas Afrid bercerita bahwa ia sempat hampir menjadi atlet biliard juga, hanya saja kembali lagi, panahan tetap menjadi pilihannya.

Ketika ditanyai alasan kenapa menyukai kegiatan panah memanah, lelaki yang bekerja sebagai salah satu anggota pemadam kebakaran Kota Yogyakarta ini dengan santai dan dengan menyuguhkan senyuman khasnya menjawab jika memanah memiliki dampak positif di dalam dirinya. Selain menjadi hobi, memanah juga membuat badannya menjadi sehat,  memanah juga ia bisa mendapatkan dan mengenal lebih banyak orang lagi yang memiliki kesamaan hobi dengannya dan bisa menjalin relasi dengan mereka, dan yang terpenting bagi pria kelahiran Yogyakarta empat puluh tahun silam ini banyak hal dari pelajaran memanah ini yang bisa ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari. “Memanah itu ngajarin kita untuk sabar dan bisa mengendalikan emosi. Banyak hal dari manah yang bisa saya terapkan dalam keseharian saya. Misalnya saya menjadi lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan ketika sedang ada masalah, atau ketika saya bekerja, dalam memadamkan api saya akan selalu berusaha untuk tidak panik dan tenang, sama kayak manah yang tidak boleh panik dan harus tenang.” begitu katanya.

mas afrid.jpg

Namun siapa sangka pula, jika berawal dari hobi yang ditekuninya, Mas Afrid nyatanya saat ini juga sudah berhasil menjadi salah satu atlet olahraga Kota Yogyakarta di bidang panahan. Sejak tahun 2013 Mas Afrid sudah bergabung menjadi salah satu atlet panah Kota Yogyakarta. Sudah berbagai perlombaan yang ia ikuti dan ia menangkan. Misalnya saja perlombaan Jogja Open, Pekan Olahraga Daerah (Porda), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), dan Kejuaraan Daerah (Kejurda). Berbagai penghargaan berupa piala dan medali pun sudah mengisi dan menjadi hiasan di rumahnya. Awalnya Mas Afrid tidak pernah menyangka kalau hobi yang ditekuninya selama ini berkembang dengan baik dan bisa membawa dia menjadi salah satu orang yang dibanggakan di Kota Yogyakarta. Baginya, menjadi atlet di bidang olahraga panahan menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk dirinya dan keluarga, serta menjadi atlet ini juga membuat dirinya merasa lebih terpacu lagi untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang sudah mempercayakan dan mendukung dirinya hingga ia menjadi seperti sekarang ini.

Namun, meskipun sudah menjadi salah satu atlet panah Kota Yogyakarta, tidak lantas membuat ayah dua orang anak ini menjadi cepat puas. Lelaki yang menyukai tantangan ini menganggap jka kemampuan memanahnya masih tetap harus ia “asah” dan ia tingkatkan. “Memanah itu bukan soal teknis, tapi juga soal menata hati agar tetap tenang, dan saya masih mempelajari itu supaya ketika saya memanah bisa lebih baik lagi.” kira-kira seperti itu alasannya kenapa Mas Afrid masih merasa kemampuan memanahnya harus terus diasah.

Manah kuwi ojo nganggo perasaan, nanging nganggo o rasa.” Begitulah kira-kira kata-kata yang menjadi inspirasi bagi sosok lelaki ini. Kata-kata yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi “Memanah itu jangan menggunakan perasaan, tapi pakailah rasa.” menjadi salah satu kunci sukses bagi lelaki ini untuk menjadi salah satu atlet olahraga bidang panah kota Yogyakarta.

Belajar dari Mas Afrid yang tidak cepat puas dengan segala sesuatu yang sudah ia dapatkan dan ingin selalu belajar dan mencoba, mungkin juga bisa kita contoh dan kita terapkan ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Selalu berusaha dan memberikan yang terbaik untuk semua yang sudah dipercayakan kepada kita. Seperti kata-kata yang dijadikan inspirasi Mas Afrid “Memanah itu jangan menggunakan perasaan, tapi pakailah rasa.” mungkin jika diterjemahkan ke dalam kehidupan kita sehari-hari, ada baiknya jika kita melakukan segala sesuatu yang kita sukai dengan “rasa” agar semuanya bisa berbuah baik.

sumber : memanah-hobi-sampai-memanah-prestasi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s