Hobi Hingga Jadi Atlet dan Punya Kursus Berkuda

Tidak banyak anak muda yang punya hobi berkuda. Tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi Zahlul Yussar. Pasalnya, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) itu sudah memiliki hobi berkuda sejak usianya masih kecil. Berbagai prestasi dalam kompetisi berkuda bahkan telah dikantongi atlet muda berbakat ini.

Cowok yang akrab disapa Zahlul itu juga tak menampik jika berkuda masih dianggap sebagai olahraga mahal yang hanya bisa diikuti oleh orang berada. Bertekad menghilangkan persepsi itu, kini dia mendirikan sebuah kursus berkuda bernama “Ameg Stable Equestrian” di kawasan Balungdowo, Sidoarjo.

“Banyak orang yang beranggapan kalau berkuda itu butuh biaya yang mahal, padahal tidak,” tuturnya dikutip dari laman Unair, Senin (6/6/2016).

Kursus berkuda yang didirikan Zahlul pada 2015 itu memiliki biaya pendaftaran yang terjangkau. Tak hanya itu, para member yang sudah terdaftar juga disediakan semua perlengkapannya, dari mulai sepatu khusus, pelindung kepala, hingga lima ekor kuda yang bisa digunakan. Saat ini, ada enam anggota tetap yang bergabung dalam Ameg Stable Equestrian.

“Sudah disiapkan semua fasilitasnya untuk berkuda, agar masyarakat tahu kalau berkuda itu ternyata tidak membutuhkan biaya yang mahal. Sekarang ada enam member, dari yang usia delapan tahun, juga ada yang 27 tahun. Sedangkan kuda ini milik saya pribadi,” ucapnya.

Zahlul menceritakan, kecintaannya terhadap kuda berawal dari kebiasaannya naik delman. Dia lalu tertarik untuk mengikuti kursus berkuda di Trawas, Mojokerto. Setelah berganti-ganti tempat kursus, wakil Jawa Timur untuk PON 2016 itu semakin suka berkuda.

“Saya ikut lomba dan mendapat juara tiga. Kemudian saya dihadiahi oleh papa seekor kuda betina. Nah, waktu dapat kuda itu dilatih terus, sampai bisa jadi kuda kompetisi dan akhirnya ikut kompetisi, lalu juara. Kemudian dibelikan kuda lagi, sampai akhirnya papa sama saya berpikiran untuk membangun kursus kuda sendiri,” paparnya.

Salah satu kompetisi prestisius yang pernah dimenangkan Zahlul adalah juara kompetisi Basarnas pada 2014. “Karena sudah mulai ikut kompetisi sejak SMA, saya ikut kejuaraan lebih dari sepuluh kali. Kalau yang paling bergengsi di Basarnas emporium, yakni lomba nasional pada Desember 2014,” ujarnya.

Terkait persiapannya menuju perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX pada September mendatang, Zahlul mengaku sedang giat berlatih. Sayangnya, dia kerap mengalami kesulitan membagi waktu antara berlatih dan mengikuti jadwal kuliah.

“Saya mewakili Jawa Timur dalam kategori jumping di PON yang diadakan di Bandung September mendatang. Kesulitannya membagi waktu, karena masih kuliah. Sedangkan latihan berkuda tidak hanya sekali dua kali, tetapi harus rutin,” sebutnya.

Mahasiswa semester IV itu pun berharap, kampus turut mendukung para mahasiswa yang berpotensi, terutama di ajang-ajang bergengsi sehingga dapat mengharumkan nama almamater juga Tanah Air. “Kampus seharusnya dapat memanfaatkan potensi-potensi mahasiswa yang juga sebagai atlet junior yang bisa sampai ke level internasional. Karena saya juga mengharapkan adanya dukungan dari kampus,” pungkasnya. (afr)

(rfa) sumber : news.okezone.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s