Anda Hobi Belanja? Wajib Baca Ini

Sobat, kamu punya hobi belanja? Pasti banyak keluar uang ya Sob. Jangan stress dan sedih Sob, karena bisa jadi itulah modal penting yang dapat mengantarkan kita memiliki peluang berdagang. Loh… kok bisa ya? Apa hubungannya? Yuk… simak uraian berikut ini.

Menurut berbagai sumber, seorang wanita secara fitrah identik dengan kesenangannya berbelanja, inilah sebabnya mengapa julukan “shopaholic” lebih sering disematkan kepada para wanita dibanding pria.

Lalu apa sih yang menjadi kesenangannya saat seorang wanita belanja? karena dalam kegiatan berbelanja banyak sensasi yang didapat, dari memulai hunting barang, kemudian tawar menawar dengan penjual barang, sampai akhirnya terjadi transaksi jual beli dengan penjual.

Dalam sebuah artikel psikologi berbelanja, kegiatan belanja itu bisa berubah seperti ekstasi yang menyebabkan kecanduan jika tidak terkendali, namun belanja juga dapat menjadi terapi stres bagi kaum wanita, sampai-sampai seorang penyanyi asal US bernama Tammy Faye Bakker berkata “I always say shopping is cheaper than psychiatrist”, dalam bahasa Indonesia nya berarti belanja itu terapi jiwa yang lebih murah dibanding konsultasi ke psikiatri.

Menurut sumber lain disebutkan, Penelitian yang dilakukan oleh profesor psikologi Karen Pine dari universitas Hertfordshire, Inggris, menemukan 79% wanita mengatakan bahwa berbelanja dapat menghibur diri mereka. Selain itu, perubahan biochemical dalam tubuh wanita juga mempengaruhi keinginan berbelanja.

Dorongan kuat untuk berbelanja kemungkinan adalah suatu usaha untuk melawan emosi negatif yang diciptakan oleh perubahan hormon atau berasal dari keinginan bawah sadar untuk membuat diri mereka tampil lebih menarik. Itu sebabnya beberapa hari sebelum menstruasi, wanita cenderung tidak dapat mengontrol uang (diambil dari artikel Desi Sachiko di kompasiana yang berjudul “Jangan Heran Kenapa Wanita Suka Belanja”).

Entah wanita itu memiliki uang berlebih atau tidak, pada dasarnya secara fitrah hampir semua wanita itu memang senang sekali berbelanja, jika uang mencukupi, kesenangan ini mungkin dapat tersalurkan, meski begitu tetap harus dikendalikan agar ekonomi keluarga tidak terganggu, yang repot jika kita memang tidak punya uang, namun hanya dengan window shopping sekalipun, kabarnya sudah cukup menjadi terapi stres untuk para wanita.

Lalu bagaimana jika kesenangan berbelanja ini sulit direm apalagi secara keuangan cukup mendukung, kabarnya para pelaku doyan belanja hanya menimbun barang yang mereka beli di dalam rumah lalu mereka kebingungan sendiri sesudahnya, sehingga efek paling parahnya akan menyeret pelaku memiliki pola konsumtif tanpa ujung.

Ada sebuah novel yang cukup terkenal berjudul “Miss Jinjing” karya Amelia Masniari, dimana isi novelnya menceritakan kegilaan  seorang wanita pada kegiatan berbelanja, namun diceritakan juga solusinya yaitu dengan cara menjual kembali barang-barang yang sudah dia belanjakan.

Nah… terinspirasi dari novel tersebut, jika kita mendapati diri kita terjangkit hobi belanja yang melebihi dosis, maka tangkap saja “momen” ini sebagai peluang kita untuk memulai berdagang, karena toh…? yang dikejar para shopaholic saat berbelanja bukan “hasil beli barangnya”, namun justru pencarian barangnya.

So… jika kita memanfaatkan peluang ini untuk memulai berdagang, maka hobi belanja tetap tersalurkan namun kondisi keuangan tidak terganggu, bahkan nantinya keuangan kita akan bertambah jika kegiatan perdagangan kita terus berkembang.

Foto ilustrasi: google
sumber : annida-online.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s